Dunia…
Dunia…
Dunia
Begitu Lembut membelai qalbu
Begitu halus menyentuh hati
Menggelapkan penglihatan
Menlumpuhkan kaki
Semua tentang mu begitu indah
Penuh dengan hiasan
Penuh dengan kesenangan
Penuh dengan harta
Menipu mata, Telinga, Hati
Kau membuat ku seakan memiliki mu
Kau membuat ku berharap akan terus bersamamu.
Hingga tak ada seorang pun yang memisahkan kita
Oh Dunia…engkau yang selalu ku puja
Selalu ku damba karena engkau begitu sempurna
Engkau begitu memanjakan ku
Hingga aku lalai menemui Rabb ku
Kini..aku mengerti engkau adalah menipu
Semua yang kau beri adalah palsu
Betapa ingin aku marah padamu
Ketika di hari nanti aku dimintai pertanggung jawaban
Oh Dunia..Sudah cukup engkau menipuku
Biarkan aku membuka mata hati ku
Biarkan hidupku hanya untuk Sang penciptaku
Jangan kau halangi aku untuk mengingat kematian
Agar hatiku selalu terus hidup
By: Putri Mubdiani
Sebuah Pesan
Sebuah Pesan
Mengurai airmata diatas keresahan dan kelelahan
Kata menyerah selalu menggodaku
Niat untuk berhenti di titik ini
Sudah mengalir dari awal
Namun segini sajakah perjalanan indah penuh liku ini?
Sang hati nurani mulai membisik
Kemana jiwa dan cita mulia mu
Tak ada yang mudah di dunia ini
Termasuk untuk menebar pesan dan amanah indah ini
Pengorbanan mu belum terhitung
Karna masih jauh perjalanan ini
Tapi aku lelah?? Aku lelah !
Yaa..yaa.. aku tau itu
Selelah apa sih sehingga kau menangis tiada arti seperti itu
Kau tau.. Ujian ini hanya setitik tinta saja
Ingatkah waktu lalu ketika ombak datang di hari yang sama
Apakah Kau melepas 1 amanah pun?
Tidak kan..!
Hadapi saja semuanya
Hapus sajalah tangisan mu itu
Benci ku melihatnya
Juga padamkan isak tangismu
Hanya mengganggu saja
Tetaplah pada langkah ini
Semuanya tidak ada yang sia-sia
Berikanlah yang terbaik untuk yang terbaik
Kado terindah itu akan kamu dapatkan suatu hari nanti
Dan titipkan doa dalam perjalanan indah mu ini.
By : Rani Isma Daniati
Puisi by Rani
Puisi by Rani
Mulai ku terikat di dalam nya
Meski kata menyerah selalu menggodaku
Sampai marah juga isak tangis mewarnai jalan ini
Tak lantas buat ku berhenti di titik ini
Tak ada yang mudah memang
Namun tak ada pula yang sulit
Jika kita berusaha
Tak ada pula alasan-alasan penghalang jihad ini
Semua kembali pada sang nurani
Engkau tunjukan cintaMu kepadaku
mengembalikan aku di jalan Mu
Indah, bersahabat juga bersaudara
By : Rani Isma Daniati
Alhamdulillah atas Islamku
Alhamdulillah atas Islamku
Islam is my life.
Islam is the beat of my heart.
Islam is the blood that courses through my veins.
Islam is my strength.
Islam is my life so wonderful and beautiful.
I am so very glad that I am a Muslim.
Without Islam I am nothing,
and should Allah ever turn His magnificent face from me,
I could not survive.
Alhamdulillah Islam menjadi agamaku
Didalamnya aku menemukan kesejukan
Saat air membasuh bersuciku dengan wudhu
Dan kejernihan merasuk dalam sujudku.
Alhamdulillah Islam menjadi agamaku
Didalamnya aku temukan sebuah ketenangan jiwa
Saat-saat membaca dan menghayati surat-surat Cinta dariNya.
Alhamdulillah Islam menjadi agamaku
Didalamnya aku diajarkan untuk Sholat minimal lima kali sehari.
Agar aku selalu dekat denganNya.
Agar aku bisa terus curhat padaNya.
Dan agar aku tidak putus asah.
Alhamdulillah Islam menjadi agamaku.
Dengannya aku temukan sebuah kehidupan yang tentram dan damai.
Bahwa kebahagiaan adalah ketika kita berserah diri dan pasrah pada apapun ujian dariNya.
Alhamdulillah Islam menjadi agamaku.
Didalamnya aku merasakan keselamatan meliputi hati dan jiwaku.
Disaat semakin banyaknya budaya kemanusiaan yang menyimpang dari kebenaran
Dan semakin mendekati jaman jahilliyah (kebodohan) dahulu kala,
Disaat kebebasan menyulut kebingungan umat dalam beragama.
Islamku datang untuk memberi cahaya atas semua kebingungan itu.
Alhamdulillah…
Aku bangga dengan islamku,
Dan akan selamanya bangga hidup bersama islamku.
Dan sampai Ruh meninggalkan badan ini,
Aku akan kembali padaNya dengan menggenggam islam dalam pangkuanku.
By : Hasma Wati
Ya ALLAH Aku Menatap tapi melihat
Ya ALLAH Aku Menatap tapi melihat
Aku gemetar menatapnya
Wajahku merah padam melihatnya
Tanganku basah karenanya
Inikah anugerah yang telah datang itu
Butiran air meluncur membuat hujan di wajahku
Aku semakin tak dapat menata hatiku
Awal kakiku melangkah kearahnya
Hati ini semakin tak kuasa
Aku semakin tak karuan di buatnya
Ya ALLAH
Tolonglah aku
Awalnya aku hanya menatap
Tapi aku tak kuasa lagi untuk melihatnya
Ya ALLAH
Bukankah itu terjadi pada setiap insan
Dan saat hati telah siap untuk memulainya
Maka kita telah siap juga untuk menentukannyaSerui, 2010
By : Wiwi Aswan
